INSTALASI PENERANGAN PADA PROSES PRODUKSI KOPRAH (KELAPA TUA) UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA PADA MASYARAKAT KLOMPOK 2 DI KP. KADUELA, RT 05 RW 02 DESA KADUELA, KEC. CADASARI, KAB.PANDEGLANG - BANTEN
Published on: 17 Sep 2026

Teknik Mesin, Unpam Serang, Tridharma, Event
Banten
merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar Komoditas kelapa memiliki
nilai ekonomi yang tinggi karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan,
salah satunya menjadi koprah sebagai bahan baku industri minyak kelapa. Di
berbagai daerah, terutama di KP.KADUELA, RT 05 RW 02 DESA KADUELA, KEC.
CADASARI, KAB.PANDEGLANG –BANTEN, proses produksi koprah masih dilakukan secara
tradisional dengan memanfaatkan peralatan sederhana dan tenaga manusia.
Meskipun metode tersebut mampu menekan biaya produksi, aspek keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) sering kali belum menjadi perhatian utama.
Kondisi
tempat produksi koprah umumnya memiliki pencahayaan yang kurang memadai.
Aktivitas seperti membelah kelapa, mengupas tempurung, mengangkut hasil
produksi, hingga proses pengeringan sering dilakukan pada ruangan yang minim
cahaya atau hanya mengandalkan sinar matahari. Ketika cuaca mendung atau
pekerjaan dilakukan pada sore hingga malam hari, risiko kecelakaan kerja
menjadi lebih tinggi. Pekerja berpotensi mengalami luka akibat alat tajam,
tersandung material yang berserakan, maupun mengalami kelelahan mata akibat
pencahayaan yang tidak sesuai.
Menurut
kami, kondisi tersebut menunjukkan bahwa instalasi penerangan bukan hanya
berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi merupakan bagian penting dalam
menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif. Oleh karena itu,
penerapan instalasi penerangan yang sesuai standar perlu menjadi perhatian bagi
para pelaku usaha pengolahan koprah.
Keselamatan
kerja merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan suatu kegiatan
produksi. Lingkungan kerja yang aman akan mengurangi risiko kecelakaan
sekaligus meningkatkan produktivitas pekerja. Salah satu faktor lingkungan yang
sangat memengaruhi keselamatan adalah sistem pencahayaan.
Pada
proses produksi koprah terdapat beberapa tahapan yang membutuhkan tingkat
ketelitian tinggi. Misalnya, proses pembelahan kelapa menggunakan parang atau
alat pemotong lainnya. Apabila pencahayaan kurang memadai, pekerja akan
kesulitan melihat posisi tangan maupun arah potongan sehingga risiko cedera
menjadi lebih besar. Demikian pula pada proses pemindahan dan penyusunan koprah
di tempat pengeringan maupun gudang penyimpanan. Area kerja yang gelap dapat
menyebabkan pekerja tersandung, terpeleset, atau mengalami kecelakaan akibat
tidak melihat kondisi sekitar.
Selain
berdampak pada keselamatan, pencahayaan juga memengaruhi kualitas hasil
produksi. Pekerja memerlukan penerangan yang cukup untuk membedakan koprah yang
telah kering sempurna dengan yang masih memiliki kadar air tinggi. Kesalahan
dalam proses penyortiran dapat menyebabkan kualitas produk menurun, mempercepat
pertumbuhan jamur, serta mengurangi nilai jual koprah di pasaran.
Menurut
Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berbagai pedoman keselamatan kerja,
pencahayaan yang sesuai akan membantu pekerja melakukan aktivitas secara lebih
efektif dan mengurangi kelelahan mata. Oleh sebab itu, penerapan sistem
penerangan yang baik seharusnya menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu
industri pengolahan koprah.
Salah
satu solusi yang kami terapkan adalah penggunaan lampu LED sebagai sumber
penerangan utama. Lampu LED memiliki beberapa keunggulan, seperti konsumsi
energi yang lebih rendah, tingkat pencahayaan yang tinggi, umur pakai yang
panjang, serta biaya perawatan yang relatif kecil dibandingkan lampu
konvensional. Penggunaan lampu LED juga mampu mengurangi biaya operasional
dalam jangka panjang sehingga sesuai diterapkan pada usaha kecil maupun
menengah.
Agar
penggunaan energi lebih efisien, instalasi penerangan kami juga memadukan
dengan sensor cahaya (light sensor). Sensor ini bekerja secara otomatis dengan
menyalakan lampu ketika intensitas cahaya lingkungan berada di bawah batas
tertentu dan mematikannya ketika cahaya alami sudah mencukupi. Sistem otomatis
tersebut tidak hanya menghemat konsumsi listrik, tetapi juga memudahkan pekerja
karena tidak perlu mengoperasikan sakelar secara manual.
Selain
pemilihan jenis lampu, kualitas instalasi listrik juga harus diperhatikan.
Penggunaan kabel yang sesuai standar, pemasangan Miniature Circuit Breaker
(MCB), grounding yang baik, serta penempatan sakelar pada lokasi yang aman
merupakan bagian penting dalam mencegah terjadinya korsleting maupun kebakaran.
Mengingat proses produksi koprah melibatkan bahan yang mudah terbakar, sistem
kelistrikan yang aman menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.




