Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Serang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) serta Evaluasi Kurikulum pada 9 Desember 2025 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan arah pengembangan program studi dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memastikan kurikulum tetap relevan dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan sesuai tuntutan dunia kerja masa depan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Serang, Yohan, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya FGD ini sebagai bagian dari fungsi utama penyusunan dan peninjauan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) program studi. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa FGD VMTS merupakan instrumen strategis untuk memastikan arah pengembangan program studi tetap relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, proses evaluasi kurikulum yang dilakukan dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.

Pemaparan oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE., IPM., ASEAN Eng pada FGD VMTS dan Evaluasi Kurikulum yang diselenggarakan oleh Teknik Mesin Universitas Pamulang Serang
Sesi berikutnya diisi dengan paparan dan diskusi FGD yang dipimpin oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE., IPM., ASEAN Eng, Guru Besar Universitas Gadjah Mada. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti berbagai aspek penting terkait isi kurikulum Program Studi Teknik Mesin, termasuk kesesuaian struktur mata kuliah dengan capaian pembelajaran, kebutuhan industri, serta perkembangan teknologi terkini. Prof. Harwin juga memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait penguatan kompetensi inti, integrasi praktikum, serta penekanan pada kemampuan analitis dan pemecahan masalah. Selain itu, beliau turut mengidentifikasi beberapa kekurangan dalam proses penyusunan kurikulum, terutama terkait konsistensi antara CPL, bahan kajian, dan distribusi mata kuliah, yang perlu ditingkatkan agar kurikulum lebih terarah, komprehensif, dan mudah diimplementasikan.
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Robbi Arsada, S.ST., M.T., yang menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan standar kompetensi kerja saat ini. Beliau menyoroti perlunya penguatan mata kuliah berbasis praktik, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta integrasi kemampuan teknis dengan soft skills seperti komunikasi, analisis, dan manajemen proyek. Robbi juga menegaskan bahwa pengetahuan dan riset mengenai material menjadi semakin krusial, mengingat inovasi manufaktur dan rekayasa sangat bergantung pada pemahaman sifat material, karakterisasi, serta penerapannya dalam desain dan analisis komponen teknik.

Pemaparan oleh Robbi Arsada, S.ST., M.T. selaku praktisi industri mengenai kebutuhan kompetensi lulusan dan relevansi kurikulum dengan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Robbi juga menegaskan bahwa pengetahuan dan riset mengenai material menjadi semakin krusial, mengingat inovasi manufaktur dan rekayasa sangat bergantung pada pemahaman sifat material, karakterisasi, serta penerapannya dalam desain dan analisis komponen teknik. Robbi turut memperlihatkan berbagai kompetensi teknis (hard skills) yang kini sangat dibutuhkan industri, termasuk penguasaan software teknik seperti AutoCAD, SolidWorks, Inventor, Helix Conveyor Delta T6, DemChute, Tekla Structure, Piping Cesar, dan Ansys. Beliau menjelaskan bahwa kemampuan dalam engineering calculation, technical drawing, material engineering, mechanical component failure analysis, serta maintenance engineering (alignment, balancing, tolerancing, lubrication) menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan. Selain itu, keterampilan dalam cost estimation dan engineering documentation seperti MTO, tender document, technical clarifications, dan as-built documentation juga sangat dicari di dunia kerja. Robbi menambahkan bahwa penguasaan digitalization, IoT, dan predictive maintenance memberikan nilai tambah signifikan bagi para engineer di era industri modern.
FGD ditutup dengan harapan bersama bahwa berbagai masukan dan rekomendasi yang diperoleh selama diskusi dapat menjadi landasan yang kuat untuk meningkatkan kurikulum program studi serta memperkuat kerangka VMTS. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, praktisi industri, dan para pemangku kepentingan, Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Serang menargetkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dalam lanskap industri yang berkembang dengan sangat cepat.